Irama Perkutut Warnai Lapangan AKN Pangarengan Setiap Selasa: Latihan Perkutut Jadi Agenda Tetap Para Penghobi Perkutut di Pangarengan

Spread the love

www.tabloidperkutut.com.ǁSampang,21 Oktober 2025- Setiap hari Selasa pagi, Lapangan AKN Pangarengan selalu dipenuhi dengan alunan merdu suara burung perkutut. Irama yang merdu dan menenangkan itu bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari rutinitas latihan rutin para penghobi perkutut dari berbagai wilayah di Kecamatan Pangarengan dan sekitarnya.

Kegiatan latihan ini telah menjadi agenda tetap yang digelar setiap pekan. Sejak pukul 07.00 pagi, para pemilik perkutut sudah tampak berdatangan ke lapangan dengan membawa sangkar-sangkar burung kesayangan mereka. Suasana lapangan berubah menjadi ajang silaturahmi sekaligus arena untuk mengasah kualitas suara burung.

Menurut H. lukman, salah satu pengurus perkutut Pangarengan, kegiatan ini sudah berjalan selama beberapa tahun dan terus mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

Pemilik burung memantau burung perkututnya

“Latihan setiap Selasa ini bukan sekadar untuk lomba, tapi juga untuk menjaga performa burung dan mempererat hubungan antar penghobi. Di sini kita saling tukar pengalaman dan ilmu perawatan,” ujarnya.

Latihan ini biasanya diikuti oleh puluhan hingga ratusan peserta, baik dari Pangarengan sendiri maupun dari kecamatan tetangga seperti Sampang, Torjun, dan bahkan sebagian dari Sampang kota. Para peserta menempatkan burung mereka di tiang gantangan yang telah disediakan, kemudian panitia mulai menilai irama, volume, dan ketahanan suara perkutut.

Pemilik burung memantau burung perkututnya

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan selalu terasa di lapangan. Para penghobi terlihat saling berbagi tips tentang pakan, perawatan bulu, hingga cara melatih mental burung agar tetap stabil di tengah keramaian. Di sela-sela kegiatan, juga sering diadakan diskusi ringan tentang dunia perkutut dan perkembangan lomba-lomba tingkat regional.

Sementara itu, H.Dili, salah satu peserta muda yang rutin mengikuti latihan, mengaku kegiatan ini memberinya banyak manfaat.

“Awalnya saya hanya ikut-ikutan, tapi setelah sering datang, saya jadi paham bahwa merawat perkutut itu butuh kesabaran dan ketelatenan. Sekarang setiap Selasa saya tidak pernah absen,” katanya sambil tersenyum.

Selain menjadi ajang pembinaan dan hiburan, latihan perkutut di Lapangan AKN Pangarengan juga berdampak positif bagi masyarakat sekitar. Banyak pedagang kecil yang ikut meramaikan kegiatan ini dengan berjualan makanan, minuman, hingga perlengkapan burung. Secara tidak langsung, kegiatan tersebut menggerakkan ekonomi kecil di kawasan tersebut.

Pihak panitia berharap tradisi latihan rutin ini bisa terus berlanjut dan semakin berkembang. Mereka juga berencana menggelar lomba perkutut tingkat nasional sebagai bentuk apresiasi bagi para penghobi yang aktif melatih dan merawat burung dengan baik.

“Kami ingin kegiatan ini bukan hanya sekadar latihan, tapi juga wadah untuk melestarikan budaya dan kecintaan terhadap burung perkutut yang sudah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Madura,” tambah H. Lukman.

Dengan irama khas dan suara yang menenangkan, latihan perkutut di Lapangan AKN Pangarengan kini telah menjadi ikon kegiatan komunitas setiap Selasa. Bagi para pencinta perkutut, hari Selasa bukan sekadar hari biasa — tetapi momen untuk menikmati harmoni alam, menjalin persaudaraan, dan menyalurkan hobi yang sarat makna.

 


Spread the love